Minggu, 15 Februari 2026

Mirroring dalam Rumah Tangga

Ada Buibu yang menyarankan untuk memberi Suami pelajaran dengan mirroring. Maksudnya dengan melakukan sama seperti yang Suami lakukan, jika Suami baik maka Istri pun baik, jika Suami buruk maka Istri pun buruk. Sebab seringkali, Suami tidak mau dinasehati oleh Istri, atau Suami ingin Istri yang baik, namun tetap ingin bebas sebagai laki-laki. Katanya, Suami akan paham, jika merasakan hal yang sama. 

Itu seperti jalan keluar yang baik jika kita melihatnya dengan emosi sesaat, namun itu jalan keluar yang buruk jika kita melihatnya dengan kaca mata Islam. Di mana Allah perintahkan kita untuk beribadah, bertakwa, dan menjauhi kemaksiatan (langkah-langkah) setan.

Jika pasanganmu berbuat buruk (Suami/Istri), kenapa kita harus membalas sama buruknya? Kenapa nilai diri kita diukur dari bagaimana perlakuan orang lain? Bukankah nilai diri kita itu diukur dengan bagaimana kita ingin dilihat oleh Allah? Kita ingin Allah senantiasa ridho dengan diri kita bukan? Kita ingin akhir kehidupan yang baik bukan?

Jika memang 'mirroring' itu bisa membuat pasanganmu sadar? Apakah Allah memberkahinya? Apakah tujuan yang baik, dilaksanakan dengan cara yang buruk? Apakah kemaksiatan yang diikuti dengan kemaksiatan yang semisalnya akan mendatangkan kebaikan dalam rumah tangga? 

Emosi sesaat sering membuat kita lupa, bahwa yang Maha Membolak-balikkan hati adalah Allah, bahwa yang mampu menyadarkan pasangan kita adalah Allah. Kenapa kita mengandalkan diri sendiri padahal kita ini lemah, padahal Allah Maha Kuat?

Jangan rendahkan diri kita karena orang lain merendahkan kita. Maksudnya, jangan melakukan hal hina, demi membalas keburukan orang lain. Jika kita sedang marah, diam sejenak, aku tahu ini tidak mudah tapi insya Allah bisa. Ingat, segala ujian adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, kembalikan pada Allah. Apapun yang terjadi, yang penting adalah bagaimana Allah melihat diri kita, yang penting adalah sampai akhir kehidupan kita, kita tetap berusaha dan berjuang untuk selalu berada dalam keridhoan Allah. Balasan bagi kebaikan bisa di balas di dunia juga di akhirat, Allah Maha Adil, yakinlah.

Ingat, jangan ikuti langkah-langkah setan. Balas keburukan dengan kebaikan, balas kebaikan dengan kebaikan bahkan lebih baik. Berdoalah agar Allah jaga rumah tangga kita dengan sebaik-baik penjagaanNya, dan dijauhkan dari segala perbuatan keji dan mungkar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar