Kamis, 21 Mei 2026

Di Mana Rumah Itu?

Ada sesuatu yang baru aku pelajari setelah berumahtangga. Yaitu, aku harus menghadapi badaiku sendiri. Sendiri dalam arti tanpa seorang manusia pun.

Waktu aku masib single, ketika aku ada masalah, aku bisa temui teman-temanku untuk sekadar berbagi cerita atau bersukacita untuk membuatku lupa. Setelah menjadi seorang Istri apakah sama?

Aku tetap berada di rumah, tak pergi kemanapun. Pernah aku kalang-kabut, aku kalut, berusaha menelpon teman-temanku, nihil. Aku sangat paham mereka sedang dalam urusannya, akhirnya aku sendirian. Dalam badaiku sendirian.

Bagaimana? Bagaimana? Aku harus mendapat tempat yang tenang, aku sesak, aku tak sanggup. Di mana rumah itu? Kenapa aku tak punya rumah? Ku kira agar tenang aku harus menjauhi badai. Aku terus berdoa, kenapa masih terus begini? Aku butuh tenang.

Tiba-tiba, aku ingin cerita ini jadi singkat saja. Bukan cerita hidupku, tapi cerita yang aku ketik ini. Hehe.

Aku berusaha bangun untuk tahajud. Ku curahkan semuanya saat itu.

Dan, semudah itu Allah memperbaiki keadaan.

Tenang. Dari mana datangnya tenang? Allah. Di mana rumah itu? Di manapun asal bersama Allah.

Allah tunjukan kekuasaan-Nya, bahwa segala kebaikan itu dari Allah, bukan dari 'makhluk'.