Sabtu, 13 Juni 2026

Being Grateful As a House Wife

Maksimalkan potensi dirimu sebagai Ibu yang 'bekerja' di rumah saja, dibanding mendengarkan penilaian/gunjingan orang lain. Karena ucapan mereka tidak menentukan kualitas diri kamu di hadapan Allah.

1. Kamu bisa dapat sebanyak mungkin 'first moment' anakmu. Saat pertama kali ia mengucap kata, saat pertama kali ia melangkah, dan masih banyak lagi. Apakah ini sudah kamu syukuri?

2. Kamu bisa jadi guru dengan waktu lebih banyak bersama anakmu. Lihat bagaimana uniknya cara ia belajar, bagaimana kamu bahagia bahkan kesal dalam menghadapinya. Kalian sedang berproses bersama, indah bukan?

3. Kamu bisa leluasa memasak untuk keluarga, bahkan tidak memasak pun tereserah padamu. Asal kamu bahagia, istirahat tak mengapa bukan?

4. Kamu bisa ikut kelas yang kamu ingin dalam berbagai bidang, menjalani hobi yang bermanfaat, bahkan rebahan.

5. Ini dia yang sering terlupa, kamu bisa sholat sunnah, mengaji kapan pun kamu mau, pokoknya perbanyak ibadah yang dampaknya tu bikin hati kamu tenang sehingga hati kamu nggak terusik tuh tentang gonjang-ganjing IRT.

Sebagai ibu yang 'bekerja' di rumah, hasil kerja kamu tu bukan dinilai dari seberapa banyak uang yang kamu hasilkan, ya karena nggak semua kebaikan tu ukurannya uang. Asal Allah ridho itu cukup. Kalau Allah ridho, apa sih yang Allah nggak kasih buat kamu? Selama itu baik menurut Allah, Allah kasih. Kalau yang kamu mau ternyata bukan yang baik menurut Allah, itu pun nggak sia-sia, karena akan Allah ganti dengan yang lebih baik.

Kalau kamu belum bisa bersyukur, coba dicatat nikmat apa saja yang Allah udah kasih ke kamu?

Kalau kamu sebagai ibu yang 'bekerja' di rumah. Sudahkah kamu berusaha memaksimalkan potensi dirimu? Atau malah sibuk membandingkan diri dengan orang lain?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar